Showing posts with label filsafat. Show all posts
Showing posts with label filsafat. Show all posts

Friday, November 2, 2012

Preparing for the drama!

Francis Bacon
One of my philosophy's assignment is drama.
We have roles as some philosophers, and I chose as Francis Bacon.
The most popular quote of him is
Knowledge is power.
Hehee.. wish me luck! ;)

Monday, October 22, 2012

Catatan Kelas Filsafat: Gempa Bumi dan Tsunami

oleh Prof. S. Widyantoro (Ilik)
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
ITB

Seismos -> gempa bumi
gempa bumi (tektonik): gerakan tiba-tiba yang terjadi di dalam kerak atau mantel bumi bagian atas.
~ zona konvergen: bisa tumbukan (2 lempeng bertabrakan)
~ zona divergen: ada dorongan dari dalam bumi
~ zona geser: lempeng bumi bergeser
gempa hanya bisa terjadi sampai kedalaman 700 km dalam bumi. Semakin ke permukaan, kemungkinan gempa semakin besar.

tahun 2005 -> 2057 gempa
1964-2005 -> 30399 gempa
belum ada alat yang dapat memprediksi akan terjadinya gempa, seakurat hewan.

Apakah tsunami?
tsu : pelabuhan
nami : gelombang
diakibatkan karena gempa, sehingga gelombang menjadi lebih tinggi (akibat tumbukan zona konvergen)

geothermal potency di Indonesia ada banyak, terutama di P. Jawa. Ini bisa dimanfaatkan menjadi sumber listrik dengan mengubahnya dari tenaga uap.

Krakatau 1883
Tambora 1815

Langkah2 antisipasi:
~ membangun gedung sesuai building codes
~ program retrofitting

Jika terjadi gempa:
~ di ruangan: masuk kolong atau berdiri di pojok ruangan
~ di mobil: berhenti di lapang (jangan bawah pohon atau dekat gedung)
~ di lift: cepat keluar di lantai terdekat

Setelah gempa:
~ jangan nyalakan gas, korek api
~ jangan gunakan hp kecuali yg sangat membutuhkan
~ jangan berharap pada pemadam kebakaran, poisi atau dokter karena mereka pun mungkin sedang kesulitan, jadi mandirilah.

selingan filosofi huruf kanji:
wisdom: hati yang selalu disapu bersih
berpikir: menggunakan otak di atas hati

Monday, October 1, 2012

Milestone S3

Milestone S3 (5 jam/hari | Total: 33 bulan)
=====================================
  1. Kualifikasi (1000 jam -> 200 hari -> 6,6 bulan)
    • Identifikasi masalah (Research Question) state of the art (200 jam)
      • Mempelajari beragam paper, jurnal hingga disertasi terkait
    • Teori-teori pendukung (premises) (100 jam)
    • Hipotesis (150 jam)
    • Tools yang diperlukan (200 jam)
    • Publikasi paper di seminar (prosiding) nasional (150 jam)
      • Diskusi dengan peneliti nasional 
  2. Seminar I (800 jam -> 160 hari -> 5,3 bulan)
    • Konsep sistem yang dikembangkan (200 jam)
      • Mengkritisi beragam paper, jurnal terkait
    • Model formal dasar (150 jam)
    • Skenario cara kerja (75 jam)
    • Performansi sistem (75 jam)
    • Sasaran novelty (150 jam)
    • Publikasi paper di seminar (prosiding) nasional (150 jam)
      • Diskusi dengan peneliti nasional
  3. Seminar II (800 jam -> 160 hari -> 5,3 bulan)
    • Algoritma dan coding (300 jam)
      • Mengumpulkan bahan uji simulasi
    • Percobaan/Simulasi (200 jam)
    • Analisis hasil-hasil awal (100 jam)
    • Publikasi paper di seminar (prosiding) internasional (100 jam)
      • Diskusi dengan peneliti internasional
  4. Seminar III (800 jam -> 160 hari -> 5,3 bulan)
    • Integrasi sistem (150 jam)
    • Analisis lengkap (validasi & verifikasi) (200 jam)
    • Perbandingan dengan sistem/penelitian sejenis (150 jam)
    • Perbaikan (100 jam)
      • Coding, simulasi
    • Publikasi paper di jurnal nasional/internasional (200 jam)
      • Diskusi dengan peneliti nasional/internasional
  5. Seminar IV (800 jam -> 160 hari -> 5,3 bulan)
    • Hasil simulasi akhir atau prototipe sistem (400 jam)
    • Analisis lengkap dan kontribusi (200 jam)
      • Menguatkan bahwa kontribusi memiliki pengaruh baik
    • Kesimpulan (conclusion) (100 jam)
    • Publikasi paper di jurnal internasional (200 jam)
      • Diskusi dengan peneliti internasional
  6. Revisioning dan sidang tertutup (800 jam -> 160 hari -> 5,3 bulan)
    • Penulisan disertasi lengkap (400 jam)
    • Reviewing dan revisi (150 jam)
    • Presentasi dan ujian-ujian (150 jam)
      • Latihan presentasi dan tanya jawab
Catatan:
Milestone di atas diberikan dari dosen filsafat ilmu, Prof. Kuspriyanto.
Penambahan yang dilakukan oleh penulis ditandai dengan kotak hitam.

Inovasi

Cermin Simulasi Penampilan Diri

Baik seorang laki-laki maupun perempuan pasti ingin bisa berpenampilan baik. Sayangnya, tidak semua orang dapat mengetahui penampilan yang pantas dan baik untuknya. Hal ini dapat membuat orang menghabiskan banyak waktu di depan cermin hanya untuk mengetahui penampilan terbaiknya. Padahal ada banyak pekerjaan yang sudah menunggu untuk diselesaikannya. Oleh karena itu, cermin simulasi diri ini perlu diciptakan untuk dapat memberikan saran penampilan seseorang.


Bagaimana caranya agar cermin dapat memberikan saran yang baik?
Sifat cermin adalah merefleksikan diri apa adanya. Namun, cermin juga memiliki potensi untuk dijadikan layar untuk mensimulasikan penampilan diri dengan dilengkapi kamera yang dapat merekam keadaan diri. Berdasarkan penampilan yang pernah ada, penampilan yang disukai dan tidak, mana yang cocok dan tidak. Data tersebut kemudian dapat menjadi bahan pembelajaran cermin untuk memberikan saran.

Monday, September 17, 2012

Teori Keberhasilan S3

Buatlah teori mengenai keberhasilan studi S3:
  1. Dinyatakan secara naratif (kata-kata). 
  2. Dinyatakan dalam model matematis.
Menurut KBBI yang diakses 16 September 2012, teori adalah

klik untuk memperbesar gambar

Kalau saya simpulkan, teori merupakan pendapat, cara dan aturan yang menjadi dasar suatu kejadian dapat terjadi dan dapat dilakukan. 

Lalu, bagaimana teori keberhasilan S3? 

Berdasarkan paper yang pernah saya baca, yang berjudul How to Succeed in Graduate School: A Guide for Students and Advisors tulisan Marie desJardins, saya dapat mengambil poin-poin penting yang perlu dilakukan untuk berhasil S3, diantaranya:
  • Persiapan sebelum mulai sekolah
    • Memiliki motivasi yang kuat dan fokus
    • Banyak membaca referensi (buku, paper, disertasi)
    • Cobalah untuk terlibat dalam penelitian
  • Melakukan riset
    • Peneliti menghabiskan waktunya untuk membaca paper, mendiskusikan ide dengan kolega, menulis dan merevisi paper, menatap kosong ke angkasa dan tentu saja, memiliki banyak ide brilian dan mengimplementasikannya.
    • Tetap menjaga motivasi
    • Disertasi. Temukan pembimbing dan topik tesis yang tepat.
    • Terbuka pada saran, maupun kritikan membangun. Latihlah diri juga untukdapat memberi masukan pada kolega, untuk melatih diri lebih kritis. 
    • Finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan riset. 
  • Menjadi bagian dari komunitas penelitian 
    • Menghadiri konferensi
    • Publish paper
    • Networking. Ambil kesempatan untuk dapat berbincang dengan peneliti lain dan ceritakan mengenai riset dan minat kita. Jangan lupa untuk membawa kartu nama.
Dalam model matematisnya:

Dimana, 
n = kesuksesan S3
x = waktu
a = motivasi
b = referensi
c = pengalaman
y = riset
z = komunitas

Sehingga, semakin besar waktu yang dimiliki dapat membuat nilai motivasi, referensi yang dibaca, dan pengalaman meneliti kian bertambah, ditambah kegiatan riset dan komunitas yang baik, maka dapat sukses S3.

Monday, September 10, 2012

Nilai Ijazah S3

Berapa besar nilai ijazah S3 buatmu?

Terinspirasi dari seseorang, bahwa ijazah S3 ini tidak bernilai.

Merenungkannya. Ada benarnya juga. Anggaplah ijazah dapat diperjualbelikan dan bersifat legal, dan dari sana saya dapat mengemukakan 2 alasan kenapa ijazah S3 ini tidak ada nilainya.

Pertama, ijazah tidak ada nilainya bukan berarti tidak berharga. Jika kelak saya menjual ijazah, saya tidak bisa menyebutkan harga yang pantas untuk orang membelinya, terlalu murah jika dinilai dengan sejumlah uang. Sekalipun itu miliaran rupiah. Tak dapat dipungkiri, kesempatan dan peluang seseorang dalam hal pekerjaan maupun untuk melanjutkan sekolah akan menjadi lebih luas dengan adanya selembar ijazah. Padahal untuk dapat menyelesaikan S3 ini perjuangan seseorang sangat besar. Bukan sekedar waktu atau keringat, tapi (tak menutup kemungkinan) perasaan orang-orang terdekat. Kesempatan dan pengorbanan itulah yang tidak layak untuk orang dapatkan hanya dengan mengeluarkan sekian nilai rupiah demi sebuah ijazah.

Kedua, ijazah tidak bisa dinilai dengan nilai rupiah, karena memang hilang nilainya. Anggaplah, saya memiliki uang triliunan rupiah dan dengan mudah saya dapat membeli ijazah. Tapi, apakah saya mendapatkan ilmu dan pengalaman selama perjalanan kuliah S3? Tidak! Ilmu, pelajaran dan pengalaman yang didapat seseorang ketika menempuh kuliah itulah yang justru begitu penting untuk dimiliki seorang lulusan S3 sehingga dapat memberikan perbaikan di dunia ilmu pengetahuan maupun hidup bermasyarakat. Jadi, lagi-lagi, ijazah tidak dapat dinilai dengan rupiah. Berapa pun besarnya.


Ditulis untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan yang diberikan oleh Prof. Dr. Ir. Kuspriyanto.