Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Wednesday, June 11, 2014

Perilaku di Sekolah

'Filosofi di ruang sekolah dari sebuah generasi akan menjadi filosofi dari pemerintahan pada masa depan.' - Abraham Lincoln

Mungkin sudah bukan hal aneh ketika menemukan berita dari dunia pemerintahan kita yang isinya, anggota DPR mangkir dari rapat atau tidur ketika rapat. Karena mungkin, ketika sekolah hobinya adalah mabal atau tidur di kelas ketika guru menjelaskan. 

Hal yang tidak jauh berbeda dengan hal itu.. Siang tadi saya berkunjung ke kantor Dinas Budaya dan Pariwisata kota. Berkunjung untuk berbincang dengan pegawai di sana mengenai kebutuhan IT. Dari hasil perbincangan salah satu aplikasi yang dibutuhkan adalah sistem absensi. 



Sistem absensi sekarang masih menggunakan kertas yang ditandai sesuai jam kehadiran dan jam kepulangan. Lucunya, seringkali ada pihak yang di kertas kehadiran sudah ditandai sejak pagi, tapi nyatanya baru tiba di kantor siang. Mungkin, adalah pihak yang suka titip absen ketika kuliah dulu. 

Supaya generasi di pemerintahan selanjutnya bisa lebih baik, maka persiapkanlah generasi yang baik di lingkungan sekolah. Baik sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Dan saya, merasa harus ikut andil mempersiapkan generasi pemerintahan yang lebih baik dengan terus memperbaiki diri dan dari lingkungan pendidikan tinggi.

Mengapa Banyak Perempuan Tidak Menjadi Pemimpin?

Video TED yang satu ini baru saya tonton, padahal sudah ada dari 4 tahun yang lalu.. hehee. Talker di video ini adalah seorang COO Facebook, Sheryl Sandberg. Seorang wanita dengan 2 orang anak. Hebat! Karena selain bekerja, ia juga tetap menjadi seorang pemimpin di perusahaan besar, Facebook. Selama menonton video ini, ada beberapa bagian yang membuat saya tersenyum kecut..

Sheryl bercerita bahwa salah satu penyebab wanita tidak menjadi pemimpin karena perempuan cenderung merendahkan kemampuannya. Tidak seperti para pria yang bagitu optimis. Para pria juga cenderung menganggap kesuksesan menimpa mereka karena diri mereka hebat, sedangkan wanita menganggap kesuksesannya terjadi karena faktor keberuntungan atau kerja kerasnya. Yes, you're right Sheryl :|

Lalu pada bagian akhir, dimana Sheryl menegaskan 'don't leave before you leave'. Sheryl bercerita tentang seorang wanita muda yang berpikiran terlalu jauh ke depan sehingga membuatnya mundur dari kesempatannya bekerja. And you know what? the way she thought was the same as me.. tapi, sekarang saya belajar untuk tidak berpikir seperti itu. :) Thanks Sheryl, you are awesome! x')

Monday, June 2, 2014

Ketika Dosen Memberi Tugas, Maka Bersyukurlah

Lulus kuliah dari jurusan teknik informatika, ilmu komputer, sistem informasi atau jurusan yang serumpun lainnya yang sangat dibutuhkan untuk dimiliki adalah 'skill', kemampuan, keahlian. Bukan semata-mata nilai IPK.
Bagaimana kita mengasah 'skill' ? Salah satunya adalah karena tuntutan tugas dosen. 
Pengalaman pertama saya bekerja setelah lulus kuliah S1 adalah sebagai programmer flash. Kemampuan itu saya miliki ketika masa kuliah terpaksa harus mengerjakan tugas dari dosen. Walau secara otodidak dan benar-benar belajar dari nol, namun perjuangan itu terasa ketika sudah bekerja. Itulah pekerjaan pertama sebagai programmer flash. Bisa, karena tugas kuliah. 

Akhir-akhir ini pun, ketika saya harus mewawancarai programmer, yang ditanya adalah bukan 'berapa nilai IPK?' melainkan 'bisa ngoding bahasa apa saja?' atau 'pernah bikin apa saja?'. Nah, kalau sebagai fresh graduate, mau jawab apa kalau bukan dari hasil tugas-tugas kuliah..?

Jadi, ketika dosen memberi tugas untuk membuat aplikasi apapun itu, maka.. Bersyukurlah dan kerjakan sebaik mungkin! walau tugas kelompok, tapi tetaplah berusaha untuk dapat mencobanya sendiri. Bukan mengandalkan teman. Itulah modal terbesar untuk dapat survive ketika sudah lulus kuliah. 

Saturday, January 4, 2014

Personalized Learning Experiences

Pengalaman belajar individu dapat menghasilkan empat model :
  1. The domain model, model pengetahuan yang berdasarkan dari tujuan-tujuan konsep pembelajaran dan hubungan antara konsep-konsep tersebut.
  2. The learner model, merepresentasikan pengukuran kemampuan kognitif yang telah dicapai seorang pelajar dan preferensi evaluasi pembelajaran yang layak baginya.
  3. The learning resource model, merepresentasikan model sumber-sumber belajar.
  4. The unit of learning model, merepresentasikan sekuensial kebutuhan proses pembelajaran yang dibutuhkan pelajar agar mampu meraih tujuan dari pembelajaran tersebut.
Sumber: 
Capuano, H., Pecceu, D., Arts, T., Hutten, E., Rutledge, L., Van Rosmalen, P., Hummel, H. G. K., Koper, R., ReMashed-Recommendations for Mash-Up Personal Learning Environments. Proc. Of the 4th European Conference on Technology Enhanced Learning (EC-TEL 2009), LNCS 5794, Springer, 788-793 (2009).

Wednesday, November 27, 2013

Belajar Terus

Salah satu kegiatan saya adalah mengajar mahasiswa teknik informatika. Mata kuliah yang saya ampu sekarang ini adalah interaksi manusia komputer dan pemrograman visual. Saya mengajar karena saya suka. Hal sederhana yang membahagiakan.

Dulu, salah satu dosen saya pernah bilang, 'enaknya jadi dosen adalah kita punya kesempatan untuk terus belajar, upgrading diri tentang ilmu informatika.. '

Ketika itu tidak banyak makna dari kalimat tersebut yang saya tangkap, hanya entah kenapa tersimpan baik dalam ingatan. Saat itu saya berpikir profesi apapun memang harus belajar terus, tapi, sekarang baru terasa maknanya bagaimana. Dibandingkan dengan profesi lain seperti programmer, DBA atau lainnya yang lingkup belajarnya akan terbatas pada tools atau bahasa pemrograman yang memang digunakan di tempatnya bekerja, menjadi dosen informatika dituntut untuk terus menyampaikan materi ajar yang update. Ilmu komputer, teknik informatika dan jurusan serumpunnya memang bukan jurusan yang stagnan. Jurusan-jurusan tersebut terus berkembang. Materi saat saya kuliah S1 dulu, bisa jadi sudah tidak reliable jika saya sampaikan ke mahasiswa saya sekarang.. dan nyatanya memang tidak.

Alhasil, saya harus googling lagi, belajar lagi, mencari banyak referensi. Baca sana sini. Terkadang kaget juga, bahwa apa yang saya dapatkan dulu ternyata sudah sangat basi sekarang.. hihi. Kelebihan lagi dari mengajar, saya jadi terus belajar materi baru, update.. Pokonya belajar terus! :)

Monday, November 11, 2013

The Next Milestone

Berawal dari mengikuti course yang tersedia di Coursera mengenai Big Data in Education, saya lalu mencari informasi tentang instruktornya, Ryan Baker. Luar biasa, ternyata beliau salah satu peneliti senior tentang data mining untuk pendidikan. Hebat, papernya sudah banyak di cite orang dan penelitiannya sudah berkembang jauh. They can predict the future and the present. Hmm..

Browsing dilanjutkan, didapat link download full paper topik Educational Data Mining. Menarik, karena selama ini kiblat baca paper saya hanya seputar Google Scholar dan IEEE. Sekarang ada tambahan referensi, lumayan.

Selain itu, saya juga berkunjung ke sebuah link publikasi paper dengan fokus yang sama (http://educationaldatamining.org/EDM2014/). Sambil menelusuri situs tersebut, muncul keinginan untuk submit ke sana. Hahaa.. Is it the next milestone? :)

Wednesday, October 16, 2013

Should I Quit?

Ada banyak hal menarik yang bisa dikerjakan di dunia ini dan mengalahkan prioritas kuliah S3. Lama-lama bikin semangat kembang kempis.. terlena.. dan lama-lama berat mengejar ketertinggalan, lalu ..

How can I finish it? >.<~
Some tips from here, have to write it here:

1. Hand shit in.
2. They will tear it apart no matter what.  Smile and say thanks.
3. Make their idiotic suggestions.
4. Get phd and never enter a formal program of education again.

*menyemangati diri sendiri* \m/

Monday, September 16, 2013

Interaksi Manusia dan Komputer

Saya sedang belajar melalui online learning coursera tentang Human-Computer Interaction. Teacher-nya Scott Klemmer dari Stanford University. Bagus.. materi disampaikan dengan jelas. Yuk, belajar! :)

Sunday, September 8, 2013

Jalan-Jalan ke Bali #1

Tanggal 26-29 September kemarin saya berangkat ke Bali, tepatnya mengikuti sebuah seminar internasional di Bali, Teaching, Asessment, Learning for Engineering 2013 (TALE 2013).

Seminar TALE ini diadakan oleh IEEE Education Society. Topik seminar cukup berkaitan dengan topik riset saya, karenanya saya sangat tertarik dengan seminar ini. Saya butuh lihat penelitian-penelitian terkini tentang Education for Engineering, Computer Education dan relevansinya. Saya merasa butuh bertemu dengan 'teman-teman' saya. Komunitas. Siapa saja mereka, berdiskusi dengan mereka, mengetahui apa yang mereka lakukan, dan hal-hal lainnya.

Peserta TALE 2013 dengan member IEEE Education Society
Ini seminar internasional terbesar yang pernah saya ikuti karena peserta datang hampir dari seluruh benua. Menarik dan mengesankan bertemu dengan orang-orang yang melakukan penelitian di bidang yang sama. Mereka bercerita tentang apa yang mereka lakukan, bagaimana perkembangannya dan kemana arah penelitiannya. Mereka pun terbuka jika saya mau melakukan penelitian di tempat mereka. Menyenangkan sekali! Sedikit banyak seminar ini membuat saya yakin, bahwa riset S3 saya bisa saya selesaikan.

Tahun depan TALE 2014 akan digelar, katanya di Australia. Untuk yang kali ini, paper yang disubmit sudah harus bagian dari penelitian S3.. *fighting! :)

Friday, March 29, 2013

Seminar Anak Bimbingan (Perdana)

Ini kali pertamanya saya dipercaya untuk membimbing kerja praktek mahasiswa S1. Dari beberapa mahasiswa yang menjadi anak bimbingan.. Ini adalah mahasiswa pertama yang maju seminar, Oki Anandari.

Oki Anandari - Mhs Unpas - Seminar Kerja Praktek
Di tempat kerja prakteknya, Basarnas, Oki membuat multimedia untuk membantu tim Basarnas menjelaskan mengenai bencana alam dan langkah awal ketika mengalami bencana alam untuk anak-anak TK. Multimedia tersebut dibuat dengan menggunakan tool Flash dengan komponen gambar dan narasi sendiri. Sayangnya, saya tidak punya screenshot dari animasi tersebut, padahal cukup bagus hasil karyanya..

Selain Oki, sebenarnya ada lagi satu mahasiswa lain yang maju seminar, Sally Nursida. Dan lagi, sayangnya saya tidak punya foto seminarnya karena terlewat mengabadikan.

Dari pengalaman membimbing ini, saya sedikit banyak jadi merasakan dan mengetahui apa yang seorang pembimbing harapkan dari anak bimbingannya.. hee. Selaku anak sekolah yang punya dosen pembimbing, tentu hal tersebut merupakan masukkan untuk membuat saya (selaku anak bimbingan dari dosen pembimbing saya) menjadi lebih baik. amiin.. :)

Guratan Seorang Steve Asikin

Tempo hari lab kami kehadiran seorang tamu.. Beliau adalah Steve Asikin, seorang ekonom dunia dengan latar belakang pendidikan S1 Arsitektur ITB.

Saya cukup tertarik dengan sosok Pak Steve Asikin ini. Orangnya begitu sederhana, rendah hati dan penuh semangat. Kenapa saya nilai begitu?

Karena untuk seorang ahli ekonom yang telah mendunia seperti beliau, tentu hal yang mudah untuk dapat hidup loyal. Namun, luarbiasanya, tidak tersirat dari gaya hidupnya yang penuh dengan kesederhanaan.

Beliau tidak sungkan untuk berbaur dengan mahasiswa di lab hingga bermalam dan menghabiskan waktu menyelesaikan video pembelajaran. Berbincang dengan beliau itu sungguh menyenangkan.. Tidak heran jika sudah ada banyak buku hasil karyanya yang terpampang di Amazon dan Barnes and Noble. :D

Coretan ketika beliau bercerita tentang statistik
Sungguh menginspirasi! :)

Tuesday, March 12, 2013

Kota yang Baik

Ciri kota yang baik, adalah kota yang bisa menggoda warganya untuk keluar rumah dengan sukarela. - Enrique Penelosa, mantan walikota Bogota. 
Saya, tinggal di Bandung, kalau bukan karna ada keperluan.. rasanya saya malas keluar rumah. Bisa jadi alasan pertama karena rumah jauh dari tengah kota. Kedua, bisa jadi benar.. Bandung sudah bukan lagi kota yang baik. Bukan lagi kota yang cukup menggoda untuk dinikmati oleh warganya.

Jika sedang jalan dengan mama, saya selalu iri dengan cerita beliau. 'Dulu.. mama suka jalan kaki dari sini.. ke sana' atau 'Dulu.. mama suka main di taman deket sini.. ' yang notabene, saya hanya bisa membayangkan mama saya jalan kaki dengan nyamannya di Bandung yang masih sejuk, rindang, tidak banyak mobil atau pun mall. Lalu, bermain-main di sekitar taman kotanya yang bersih dan tenang. Tidak bising dan penuh asap motor. Ah, irinya..

Membayangkan lagi.. apa jadinya kota ini jika terus dibiarkan? Sekarang saja hampir tiap hari macet dimana-mana. Kalau hujan sedikit, banjir. Gedung perbelanjaan menghiasi tiap sudut jalannya. Seolah perlu tiap perempatan ada pusat perbelanjaan. *hela nafas*

Tidak akan berubah lebih baik jika hanya mengeluh. 

Jadi, apa yang bisa kita lakukan supaya kota ini bisa menggoda warganya untuk keluar rumah dengan sukarela?

Tontonlah ini.. menginspirasi.. :)

Monday, January 21, 2013

Pendidikan Demi Kemajuan Negara

Saya pernah mendapat tugas untuk mewawancarai guru besar di ITB. Setelah melihat daftar nama guru besar, saya tertarik pada salah satu guru besar di FMIPA - Kimia. Beliau adalah Prof. Ismunandar. Setelah googling, ternyata beliau adalah guru besar termuda di ITB.

Menurut beliau, Indonesia itu negara besar dan masih memiliki banyak masalah. Dari sisi pendidikan, kualitas guru saja masih rendah, apalagi siswanya. Jangan hanya berbicara kuantitas saja, tapi juga kualitas. Sumber utamanya ada pada pendidikan. Namun, kita pun berhak untuk optimis, Indonesia memiliki jumlah penduduk dengan usia produktif yang besar sehingga dapat meringankan beban, dengan syarat orang tersebut mampu menjadi orang yang produktif dengan baik. Klaim tadi jelas harus diterjemahkan dengan membimbing anak dengan baik, mengutamakan pendidikan sehingga generasi yang lahir, yang produktif nanti adalah generasi yang baik.

Ya, saya setuju dengan pendapat beliau. Demi kemajuan negara Indonesia, semua anak Indonesia harus bisa mendapatkan pendidikan yang baik. Cita-cita saya, ingin sekali meluangkan banyak waktu untuk dapat mendidik dan mengarahkan anak saya kelak. Semoga tercapai.. :)

Thursday, December 20, 2012

Tut Wuri Handayani

ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 
Arti dari semboyan ini adalah: 
tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), 
ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), 
dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).

~ Ki Hajar Dewantara

Online Education

But online education is going to happen; it's not going to wipe everything else out, but it is going to happen. We have to embrace it.
~ John Hennessy: Risk Taker, IEEE Spectrum, April 2012.

Wednesday, November 21, 2012

Pemerataan Pendidikan

Awalnya, setiap saya mendengar Pemerataan Pendidikan, maka yang ada di benak saya adalah keadaan pendidikan yang tidak merata antara yang hidup di kota dan yang hidup di desa. Tapi, ternyata masalah pemerataan pendidikan itu tidak hanya itu. Ternyata cukup dekat dengan saya saat ini. Dan tidak perlu jauh-jauh membandingkan antara yang di kota dan yang di desa. Karena, jangankan yang di desa.. yang di kota saja pendidikan itu tidak merata. Baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Sebagai gambaran, tempat saya kuliah sekarang, bisa dibilang memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan tempat kuliah dimana saya mengajar. Bukan memandang negatif dari segi pengajar atau mencemooh suatu instansi. Tapi, saya sering menyayangkan mahasiswa saya, yang punya semangat tinggi untuk belajar, tapi tidak mendapatkan lingkungan belajar yang mendukungnya untuk mengeluarkan kualitas diri semaksimal mungkin.

Ada banyak mahasiswa yang menurut saya, kalau mereka bisa berada di lingkungan sekolah yang minimal seperti tempat saya kuliah sekarang.. dimana laboratorium, akses jurnal gratis, perpustakaan, materi kuliah yang update, tim pengajar yang dapat memberi motivasi, rekan kuliah yang penuh semangat juang dan mau bekerja keras, dsb. Pasti ada banyak mahasiswa yang mampu memberikan inovasi untuk perkembangan negara.

Bukan muluk-muluk membicarakan perubahan negara. Tapi, kita harus membuat perubahan secepatnya.. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang baik. Dan jangan sampai pendidikan yang baik itu hanya bisa dinikmati oleh segelintir orang saja.

Hmm, terlintas sesuatu untuk bisa mengurangi tingkat kesenjangan pendidikan ini.. Tp, mungkinkah? Biar saya buktikan.